Showing posts with label Akuntansi Manajerial. Show all posts
Showing posts with label Akuntansi Manajerial. Show all posts

Analisis Arus Kas Perusahaan


Rasio hutang dan rasio jaminan dapat dihitung berdasarkan : (1) posisi keuangan perusahaan pada saat ini, (2) posisi keuangan perusahaan dengan alternatif – alternatif pendanaan yang ada seperti 100 % modal sendiri, 100% hutang dsb. Rasio – rasio tersebut kemudian dibandingkan dengan rasio indusstri. Dari perbandingan tersebut, manajemen dapat menentukan alternatif pendanaan yang paling tepat bagi perusahaan. Hal ini tidak berarti bahwa manajemen harus mempertahankan rasio yang sama dengan rasio industri. Kegunaan perbandingan rasio dengan rasio industri adalah jika perusahaan memilih rasio hutang dan rasio jaminan yang menyimpang dari rasio industri, ia harus memiliki alasan yang kuat.

Analisis Arus Kas Perusahaan
Metoda ini menganalisis dampak keputusan struktur modal terhadap arus kas perusahaan. Metoda ini sederhana tetapi sangat bermanfaat. Metoda ini melibatkan persiapan suatu seri anggaran kas pada (1)kondisi perekonomian yang berbeda, (2) struktur modal yang berbedaArus kas bersih pada situasi yang berbeda ini dapat dianalisis untuk menentukan apakah beban tetap perusahaan ( pokok pinjaman, bunga, sewa dan dividen saham preferen ) yang dihadapi perusahaan tidak terlalu tinggi. Ketidak mampuan perusahaan untuk membayar beban tetap bisa mengakibatkan “ financial insolvency “.

faktor yang dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan tentang struktur modal


Dalam menentukan struktur modal perusahaan , manajemen juga menerapkan analisi subyektif ( judgment ) bersama dengan analisis kuantitatif yang telah dibahas didepan. Berbagai faktor yang dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan tentang struktur modal adalah :
a). Kelangsungan hidup jangka panjang ( Long – run viability ).
Manajer perusahaan, khusunya yang menyediakan produk dan jasa yang penting, memiliki tanggung jawab untuk menyediakan jasa yang berkesinambungan. Oleh karena itu, perusahaan harus menghindari tingkat penggunaan hutang yang dapat membahayakan kelangsungan hidup jangka panjang perusahaan.
b). Konsevatisme manajemen
Manajer yang bersifat konservatif cenderung menggunakan tingkat hutang yang “ konservatif “ pula ( sedikit hutang ) dari pada berusaha memaksimumkan nilai perusahaan dengan menggunakan lebih banyak hutang.
c). Pengawasan
Pengawasan hutang yang besar dapat berakibat semakin ketat pengawasan dari pihak kreditor ( misalnya, melalui kontrak perjanjian atau covenaut ). Pengawasan ini dapat mengurangi fleksibilitas manajemen dalam membuat keputusan perusahaan.
d). Struktur aktiva
Perusahaan yang memiliki aktiva yang digunakan sebagai agunan hutang cenderung menggunakan hutang yang relatif lebih besar. Misalnya , perusahaan real estate cenderung menggunakan hutang yang lebih besar dari pada perusahaan yang bergerak pada bidang riset teknologi
e). Risiko bisnis
Perusahaan yang memiliki risiko bisnis ( variabilitas keuntungannya ) tinggi cenderung kurang dapat menggunakan hutang yang besar ( karena kreditor akan meminta biaya hutang yang tinggi ). Tinggi rendahnya risiko bisnis ini dapat dilihat antara lain dari stabilitas harga dan unit penjualan, stabilitas biaya, tinggi rendahnya operating leverage, dll.
f). Tingkat pertumbuhan
Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi membutuhkan modal yang besar. Karena biaya penjualan ( flotation cost ) untuk hutang pada umumnya lebih rendah dari fenation cost untuk jaminan, perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi cenderung menggunakan lebih banyak hutang dbanding dengan perusahaan dengan tingkat pertumbuhan rendah.
g). Pajak
Biaya bunga adalah biaya yang dapat mengurangi pembayaran pajak, sedangkan pembayaran dividen tidak mengurangi pembayaran pajak. Oleh karena itu , semakin tinggi tingkat pajak perusahaan, semakin besar keuntungan dari penggunaan pajak.
h). Cadangan kapasitas peminjaman
Penggunaan hutang akan meningkatkan risiko, sehingga biaya mosal akan meningkat. Perusahaan harus mempertimbangkan suatu tingkat penggunaan hutang yang masih memberikan kemungkinan menambah hutang di masa mendatang dengan biaya yang relatif rendah
.

AKUNTANSI MANEJERIAL DAN LINGKUNGAN BISNIS

Manajer di setiap perusahaan melakukan tiga aktivitas utama yaitu :
  • Perencanaan
  • Pengarahan dan Motivasi
  • Pengendalian

Akuntansi manajerial membantu para manajer untuk memenuhi tanggung jawabnya yang meliputi perencanaan, pengarahan dan memberi motivasi, dan pengendalian. Karena akuntansi manajerial lebih mengarah pada kebutuhan manajer, akuntansi manajerial memiliki perbedaanyang substansial dengan akuntansi keuangan. Akuntansi manajerial berorientasi ke depan, kurang memperhatikan presisi, menekankan pada segmen organisasi, tidak diatur oleh PABU dan tidak mendatory. Lingkungan bisnis dalam tahun-tahun terakhir ini memiliki karakteristik khusus dengan meningkatkan persaingan dan sangat menaruh perhatian peda perbaikan yang berkelanjutan. Beberapa pendekatan telah dikembangkan untuk membantu organisasi dalam menghadapi tantangan-seperti JIT, TQM, rekayasa ulang proses, dan TOC. JIT menekankan pada pengurangan persediaan sampai jumlah yang minimum,JIT akan mengurangi kebutuhan modal kerja, mengurangi kebutuhan ruang, mengurangi waktu proses produksi, mengurangi produk cacat, dan menghilangkan hal-hal yang tidak diperlukan.

PERUBAHAN LINGKUNGAN BISNIS


Sejak awal tahun 1980-an, beberapa perusahaan telah melakukan serangkaian tahap program perbaikan, dimulai dengan :
  • Just-in Time (JIT)
  • Total Quality Management (TQM)
  • Rekayasa Ulang (Proses Reengineering)
  • Teori Kendala / TOC (Theory of Contraints)

Perhitungan biaya berdasarkan pesananan dan perhitungan biaya berdasarkan proses digunakan secara luas untuk mengalirkan biaya. Perhitungan biaya berdasarkan pesanan digunakan untuk organisasi yang memproduksi berbagai jenis produk dan jasa seperti produksi perabotan, rumah sakit, dan kantor konsultan hukum. Perhitungan biaya berdasarkan proses digunakan apabila unit produknya adalah homogen seperti penggilingan terpung dan produksi semen.
Tarif overhead yang ditentukan dimuka diperhitungkan sebelum periodenya dimulai dengan membagi estimasi biaya produksi total untuk periode tersebut dengan estimasi total basis alokasi untuk periode tersebut. Basis alokasi yang biasanya digunakan adalah jam kerja langsung dan jam-mesin.Overhead dibebankan ke pekerjaan dengan mengalirkan tarif overhead yang di tentukan dimuka dengan jumlah actual basis alokasi yang terjadi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Powered by Blogger